Cara Menganalisis Cryptocurrency Menggunakan Market Cap, Volume Supply, dan Circulating Supply

0
18

Kalau mau tau bagaimana cara menilai dan menganalisis sebuah cryptocurrency berdasarkan market cap, volume suplai, dan suplai yang beredar (circulating supply), inilah beberapa hal yang perlu di ketahui:

Meski pun ketiga faktor ini baik digunakan dalam membangun sebuah strategi investasi, namun jangan hanya memerhatikan ketiga faktor ini ketika memilih cryptocurrency apa yang ingin dijadikan investasi.

Market Cap

Market cap dari sebuah coin merupakan total nilai dari seluruh coin yang beredar dan merupakan salah satu metric yang digunakan untuk menentukan nilai. Perhitungan market cap secara umum adalah harga trading terakhir, atau harga trading rata-rata, dikali dengan total suplai coin yang beredar. Misalnya Bitcoin, ketika bitcoin ditrading pada $10.000, dikalikan dengan total suplai yang beredar yaitu 16,4 juta coin, menghasilkan market cap senilai kira-kira $164 Milyar. Namun hal ini tidak mempertimbangkan trading yang terjadi on-chains atau transaksi individu ke individu.

Pada website seperti CoinMarketCap, harga rata-rata ditentukan dengan harga rata-rata dari berbagai exchange atau marketplace dimana kegiatan trading berlangsung. Namun terdapat suatu masalah besar yaitu meski market cap dapat memberikan gambaran umum mengenai nilai terkini dari Bitcoin, market cap juga bisa dengan mudah dimanipulasi dengan trik “wash trading”.

Wash trading adalah ketika dua pihak melakukan trade di antara mereka sendiri untuk membuat seolah-olah terjadi pergerakan harga. Contohnya, katakanlah Kami punya sebuah coin dengan jumlah suplai 1 juta coin dan kami menjual kepada Coinvestors seharga $5. Berarti marketnya menjadi $5 Juta. Kemudian Coinvestors menjual kembali kepada kami 0,5 coin seharga $5. Berarti market cap sekarang ini naik dua kali lipat. Jika kami menjual lagi ke Coinvestors 0,25 coin seharga $5 berarti market cap sekarang adalah $20 juta. Jadi, dalam tiga transaksi tersebut, kita dapat meningkatkan market cap sebanyak 400%. Meskipun hal ini illegal di pasar lain karena merupakan manipulasi harga, dalam pasar cryptocurrency hal ini merupakan hal lumrah yang banyak dilakukan orang-orang.

Hal ini menjadi penting karena jika kita dapat membuat hype dan pergerakan pasar yang cukup besar, seorang pemula kemungkinan akan membeli coin tersebut karena berpikir bahwa harga coin tersebut memilki kemungkinan untuk menjulang tinggi padahal kemudian kita bisa saja menjual coin tersebut saat harganya naik 400%. Kemudian para pemula tersebut akan memegang coin tersebut dengan harga yang jauh lebih tinggi dari rate pasar yang sesungguhnya. Jadi, ketika menganalisis market cap sebagai sebuah metric, para trader professional akan memerhatikan tanda-tanda untuk memastikan bahwa wash trading tidak sedang digunakan untuk menjadi faktor perhitungan marketcap sebuah cryptocurrency.

Baca juga artikel ini: Analisa Pasar Bitcoin, Teknikal Fundamental Sepanjang 2018

Volume

Volume merupakan jumlah trading aktif yang terjadi dari sebuah coin tertentu. contohnya, bila Bitcoin memiliki $100 Juta dalam volume trading, dan harganya senilai $10.000 berarti terdapat sekitar 10.000 Bitcoin sedang secara aktif ditrade. Secara umum, semakin besar volume, semakin bagus pulahal ini bagi coin tersebut, karena coin tersebut akan menjadi mudah untuk dibeli dan dijual. Bila coin memiliki volume yang rendah, maka coinvestor harus menunggu lebih lama untuk menjual dan kemungkin akan sulit untuk menemukan pembeli di harga pasar saat itu. Jadi coinvestors harus menyimpan coin tersebut lebih lama di pasar untuk menapatkan harga yang diinginkan atau mengurangi harganya supaya bisa dijual lebih cepat.

Volume sebagai sebuah metric merupakan cara yang bagus untuk mengetahui apakah sebuah coin itu sehat atau tidak, karena volume menunjukkan ketertarikan khalayak terhadap coin tersebut serta likuiditas pasar di sekitar coin. Contohnya jika hal ini berarti coin tersebut semakin popular dan juga semakin likuid maka memiliki potensi untuk menjadi investasi yang baik.

Namun strategi-strategi seperti wash trading juga dapat membuat volume palsu dan sangat sulit untuk dilihat, kecuali coinvestor memiliki pemahaman yang sangat kuat terhadap sejarah market dan statistiknya. Para trader professional kemungkinan dapat melihat trik-trik manipulasi seperti ini dan mereka akan kesulitan menemukannya pada koin-koin yang banyak dimanipulasi oleh bot dan whales. Terlebih lagi untuk koin-koin besar, yang mana manipulasi dapat disembunyikan dalam volume normal. Jadi, untuk koin seperti Bitcoin, akan sangat mudah untuk menyembunyikan manipulasi volume dari pada altcoins yang memiliki volume jauh lebih kecil.

Suplai total vs Suplai yang beredar (circulating supply)

Dua hal ini merupakan metrik yang umum digunakan untuk menetapkan nilai suatu koin. Suplai yang beredar berarti koin yang ditambang (mined) atau koin yang terdistribusi dan tersedia untuk diperjualbelikan. Sedangkan suplai total adalah suplai maksimum yang merujuk pada jumlah total suatu coin yang telah ditentukan oleh kode atau script coin tersebut. Contohnya pada bulan februari 2018 Bitcoin memiliki suplai yang beredar sebanyak 16,4 juta, dengan suplai maksimum sejumlah 21 juta. dengan membagi jumlah suplai yang beredar dengan suplai total, maka Coinvestors dapat mengetahui berapa banyak jumlah coin yang sudah ditambang atau didistribusikan.

Bitcoin, misalnya, berarti 16.4 / 21 = 0,78 atau 78%. Berarti, jumlah Bitcoin yang belum ditambang sangatlah terbatas dan coin yang sudah beredar akan semakin berharga seiring dengan berkurangnya persediaan Bitcoin yang baru.

Selain itu, Bitcoin juga dihadiahkan dalam block dan reward tersebut dikurangi setengah dalam empat tahun sekali, nilai Bitcoin memiliki potensi untuk meningkat dalam periode waktu tersebut. 2013 dan 2017 merupakan tahun dimana reward mining Bitcoin dikurangi setengah, dan pada tahun tersebut pula nilai Bitcoin mengalami kenaikan yang signifikan. Tahun 2021 adalah tahun berikutnya dimana Bitcoin akan dikurangi setengah dan kita mungkin akan melihat kenaikan nilai seiring dengan pembuatan Bitcoin baru akan semakin sulit dan semakin sedikit coin yang masuk ke pasar. Tapi hal ini merupakan spekulasi bila BTC masih merupakan cryptocurrency yang paling dominan dan tidak ada cryptocurrency lain yang memiliki permintaan lebih banyak.

Kedua hal ini juga merupakan faktor penting dalam menentukan nilai cryptocurrency lainnya. Untuk altcoins yang tidak dapat ditambang contohnya, berdasarkan suplai koin yang beredar sampai rasio total suplai Coinvestor dapat menentukan seberapa banyak coin yang berpotensi untuk di dump pada pasar oleh tim pengembang coin tersebut. Bila angkanya terlalu besar, berarti coin-coin tersebut berpotensi mengalami penurunan harga karena oversupply. Sebaliknya, bila terlalu rendah berarti sebuah coin sedang bertambah popular dan kemungkinan harganya akan naik seiring dengan bertambahnya permintaan namun persediaannya tidak mencukupi. Sebenarnya hal ini merupakan metric yang lebih bagus untuk menentukan potensi sebuah cryptocurrency dari pada yang lain, karena tidak bisa dimanipulasi.

Artikel terkait: Ini Penjelasan Turun-Naiknya Harga Cryptocurrency

Faktor lainnya

Ketiga hal yang sudah disebutkan sebelumnya memang merupakan analisis dasar yang dapat membantu Coinvestors menilai sebuah cryptocurrency, namun hal-hal tersebut hanyalah secuil dari apa yang seharusnya Coinvestors perhatikan. Faktor lainnya seperti potensi pasar dari teknologi yang digunakan, kredibilitas tim manajemen dan development, kemampuan dan kompetisi pasar. Selain itu variabel pasar seperti regulasi atau tingkat kepercayaan juga harus diperhitungkan.

Berinvestasi di cryptocurrency memang hal yang berisiko, dan tidak seperti pasar yang lainnya, pasar cryptocurrency belum ada regulasinya. Meskipun banyak orang yang sudah banyak meraih keuntungan dalam marketplace, ada juga yang mengalami kerugian. Mata uang kripto, seperti pasar lainnya termasuk saham dan forex, merupakan kegiatan investasi yang bisa dilakukan kalau Coinvestors sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang bagaimana cara kerja cryptocurrency. Sayangnya, dalam industry ini, 99% orang yang masuk, berpikiran bahwa dijamin pasti meraih keuntungan padahal keadaan yang sebenarnya tidak seperti itu.

Kebanyakan orang juga memiliki untuk tidak meminta saran professional. Dalam pasar konvensional 99% investor menggunakan broker atau trader professional untuk mengelola portfolio dan profil risikonya. Pada sektor mata uang digital, 99% individu berusaha untuk mengelola portfolionya sendiri. Mungkin hal ini dapat bekerja dengan baik dalam market trend yang naik, sedangkan bila trend market turun pasti hasilnya bisa sangat buruk. Trading adalah sebuah pekerjaan seperti layaknya dokter atau mekanik. Jadi meski banyak orang dapat trading dan mengelola portfolio nya sendiri, tapi jasa seorang professional yang memiliki pendidikan dan pengalaman yang lebih baik tentu setimpal dengan bayarannya.